Subnetting IPv4 Metode Classless Inter-Domain Routing (CIDR)
Oleh : Latifatul Ashar
PENGERTIAN SUBNETTING
- Subnetting adalah proses memecah suatu IP jaringan ke sub jaringan yang lebih kecil (subnet), subnetting sendiri digunakan untuk memudahkan pengelola jaringan komputer dalam mengelola jaringan.
- Subnetting adalah membagi jaringan yang besar menjadi jaringan yang lebih kecil. Hal-hal yang ada dalam perhitungan subnetting, yaitu : jumlah subnet, jumlah host, blok subnet, network, dan broadcast.
- Subnetting adalah sebuah proses untuk memecahkan atau membagi sebuah jaringan yang besar menjadi jaringan yang lebih kecil/lebih efisien.
PENGERTIAN CIDR
Menurut Ilham Efendi :
- CIDR (Classless Inter Domain Routing) merupakan sebuah proses sebagai solusi untuk mengefisiensi dalam pengalamatan alokasi IP address yang dilakukan pada pengkelasan IP address yang ada.
Menurut Aditya Prapanca :
- CIDR adalah sebuah cara alternatif untuk mengklarifisikan alamat-alamat IP berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa :
- CIDR (Classless Inter Domain Routing) adalah sebuah cara untuk mengalokasikan IP address pada pengklasifikasisebuah kelas IP dan routing paket-paket internet. Yang diperkenalkan pertama kali pada tahun 1992 oleh IEFT.
Menurut Dosen Pendidikan, Fungsi dari subnetting yaitu :
- Penghematan alamat IP dalam mengalokasikan IP address yang terbatas agar lebih efisien.
- Mengoptimalisasi unjuk kerja jaringan walaupun sebuah organisasi memiliki ribuan host device.
- Mengefisienkan alamat IP.
- Meningkatkan kinerja dan keamanan jaringan.
- Mengurangi Traffic jaringan.
- Mengalokasikan IP address yang terbatas agra lebih efisien.
- Mengoptimalisasi/meningkatkan kinerja dan keamanan jaringan
CARA SUBNETTING METODE CIDR
Subnetting menggunakan metode CIDR di golongkan menjadi beberapa kelas, seperti kelas A, kelas B, dan kelas C. Berikut kasus-kasus subnetting pada kelas A, kelas B, dan kelas C.
- Subnetting kelas A
IP Address : 10.0.0.0/15
Subnetmask : 11111111.11111110.00000000.00000000
= 255.254.0.0
Deret IP : Kelipatan 2 dari 0, 2, 4, 6, 8, 10, dst, jadi 2-1= 1
IP ke-1 : 10.0.0.0
IP ke-2 : 10.0.0.1
sampai dengan
IP ke-131.071 : 10.1.255.254
IP ke-131.072 : 10.1.255.255
Network ID : 10.0.0.0
Broadcast ID : 10.1.255.255
IP valid :10.0.0.1 - 10.1.255.254
- Subnetting kelas B
IP Address : 172.16.0.0/23
Subnetmask : 11111111.11111111.11111110.00000000
= 255.255.254.0
Deret IP : Kelipatan 2 dari 0, 2, 4, 6, 8, 10, dst, jadi 2-1= 1
IP ke-1 : 172.16.0.0
IP ke-2 : 172.16.0.1
sampai dengan
IP ke-511 : 172.16.1.254
IP ke-512 : 172.16.1.255
Network ID : 172.16.0.0
Broadcast ID : 172.16.1.255
IP valid : 172.16.0.1 - 172.16.1.254
- Subnetting kelas C
Subnetmask : 11111111.11111111.11111111.11111000
= 255.255.255.248
Jumlah IP : 256 - oktet 4, jadi jumlah IP adalah 256 - 248 = 8 IP
Jumlah host : Jumlah IP - 2, jadi jumlah host adalah 8 -2 = 6 host
Jumlah blok subnet : 256: Jumlah IP, jadi jumlah blok subnet adalah 256:8 = 32 blok subnet
Deret IP :
Blok I
IP ke-1 : 192.168.1.0
IP ke-2 : 192.168.1.1
sampai dengan
IP ke-7 : 192.168.1.6
IP ke-8 : 192.168.1.7
Network ID : 192.168.1.0
Broadcast ID : 192.168.1.7
IP valid : 192.168.1.1 - 192.168.1.6
DAFTAR PUSTAKA
Ilham, Efendi. 2015. Pengertian Subnetting IP Address Versi 4. https://www.it-jurnal.com/pengertian-subnetting-ip-addres-versi-4/, diakses pada 11 Juli 2021 pukul 19:00 WIB
Prapanca, Aditya. 2018. Menghitung Subnetting (CIDR Dan VLSM). https://bagi2ilmuaditya.blogspot.com/2018/04/menghitung-subnetting-cidr-dan-vlsm.html, diakses pada 11 Juli 2021 pukul 19:00 WIB
Pendidkan, Dosen. 2021. Materi Subnetting. https://www.dosenpendidikan.co.id/pengertian-subnetting/, diakses pada 11 Juli 2021 pukul 19:15 WIB
Weniarti. 2020. Panduan Dan Subnet Mask : Pengertian, Fungsi, Dan Tujuannya. https://kominfo.bengkulukota.go.id/panduan-subnetting-dan-subnet-mask-pengertian-fungsi-dan-tujuannya/, diakses pada 12 Juli 2021 pukul 14:25 WIB
Komentar